• About
  • FAQ
  • Landing Page
  • Buy JNews
Newsletter
Rokapress
Advertisement
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
Rokapress
No Result
View All Result
Home Opini

Dari Merdeka ke Konsumtif: Ketika Penjajahan Pindah ke Pikiran

Membongkar Akar Materialisme, Hedonisme, dan Konsumerisme di Zaman Kita

Rokapress by Rokapress
Mei 23, 2026
in Opini
0
chaidir

ilustrasi (chatgpt)

190
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dari Merdeka ke Konsumtif: Ketika Penjajahan Pindah ke Pikiran

Membongkar Akar Materialisme, Hedonisme, dan Konsumerisme di Zaman Kita

Related articles

pintu

Pintu Darurat yang Sering Menjadi Jerat

Mei 16, 2026
Betapa Pentingnya Pendidikan Agama dan Pendidikan Umum Lainnya Sebagai Bekal untuk Anak di Masa Depan yang Akan Datang

Betapa Pentingnya Pendidikan Agama dan Pendidikan Umum Lainnya Sebagai Bekal untuk Anak di Masa Depan yang Akan Datang

Mei 11, 2026

oleh: A. U. Chaidir.

Sobat,
Dulu, kalau satu negara mau menguasai negara lain, caranya jelas: kirim tentara, perang fisik, rebut wilayah. Sekarang caranya berubah. Lebih halus, lebih dalam, bahkan lebih sulit dilawan. Tidak ada darah, tidak ada pelanggaran HAM di permukaan. Tapi kiblat hidup satu bangsa bisa berbalik arah. Itulah yang disebut penjajahan pemikiran.

Apa itu penjajahan pemikiran?
Upaya sistematis untuk mengubah cara pandang manusia tentang hidup, dengan tujuan menciptakan ketergantungan. Salah satu hasilnya: lahirnya pandangan hidup materialis, hedonis, dan konsumtif. Tiga serangkai ini bukan jatuh dari langit. Ia diproduksi oleh perubahan ekonomi industri dan teknologi.

Mari kita bedah satu per satu.

A. Pahami Istilahnya Dulu
1. Menurut Kebahasaan:
a. Materialisme
Secara bahasa: paham yang menilai nilai manusia dari kepemilikan benda, uang, dan status.
Ciri nalar: “Saya punya, maka saya berharga.”
Tujuan: akumulasi
Risiko: hidup jadi kaku, kerja keras tapi kosong. Kalau nggak punya, merasa gagal

b. Hedonisme
Menurut KBBI: pandangan yang menjadikan kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama hidup.
Ciri nalar: “Yang penting enak, nyaman, senang sekarang.”
Tujuan: memaksimalkan kenikmatan pribadi.
Risiko: mudah bosan, kehilangan makna, sulit berkorban untuk hal jangka panjang.

c Konsumerisme.
Definisi: paham yang menjadikan konsumsi sebagai gaya hidup dan sumber makna.
Ciri nalar: “Saya beli, maka saya ada.”
Tujuan: mendapatkan validasi lewat barang dan pengalaman.
Risiko: hutang, FOMO (rasa ketinggalan), identitas dipinjam dari merek. Nggak punya barang baru = merasa ketinggalan zaman.

Singkatnya:
– Materialis: Uang jadi ukuran sukses.
– Hedonist: Senang jadi tujuan hidup.
– Konsumeris: Belanja jadi cara membuktikan diri.

Konsumerisme adalah anak kandung materialisme yang sudah dimodifikasi industri dan algoritma.

B. Dari Mana Semua Ini Berasal?

Perubahan ini tidak tiba-tiba. Ada 3 mesin yang bekerja bareng sejak pasca-Perang Dunia II:

1. Ekonomi Kapitalis
Pasar harus terus tumbuh. Kalau manusia sudah merasa cukup, ekonomi macet. Maka diciptakan “kebutuhan” baru tiap kuartal.

2. Teknologi & Media
Iklan, TV, lalu algoritma medsos tidak menjual barang”. Mereka menjual “rasa kurang”. Pesannya halus: “Kamu belum lengkap tanpa ini.”

3. Pendidikan yang Bergeser
Sekolah pelan-pelan berubah fungsi. Dari mencetak manusia merdeka, menjadi mencetak pencari kerja. Kurikulum diukur dari serapan industri, bukan dari pertanyaan: “Apakah murid ini paham tujuan hidupnya?”

Hasilnya?
Dulu orang bertanya: “Apa yang bermanfaat?”
Sekarang bertanya: “Apa yang trending?”

C. Tiga Pilar Hidup yang Tergeser

Pilar Dulu Sekarang
*Nalar* Bertanya “mengapa” dan “untuk apa” Bertanya “berapa harga” dan “apa kata orang”
*Gaya Hidup* Sederhana, cukup, mandiri pamer, cepat bosan, ketergantungan
*Orientasi Hidup* Makna, ibadah, warisan nilai Pengalaman, validasi, kepuasan sesaat
*Bisnis* Jual solusi, manfaat jangka panjang Jual sensasi, keinginan jangka pendek
*Pendidikan* Cetak manusia mandiri & berguna Cetak pencari kerja, bukan pencipta kerja
4. Penjajahan Non-Fisik yang Paling Licin

Kita tidak dijajah tanahnya, tapi dijajah kiblatnya.

– Lepas dari akar agama: Ibadah jadi formalitas. Nilai “cukup” dan “qana’ah” dianggap kuno.
– Lepas dari budaya: Makanan, pakaian, cara bergaul diganti karena “nggak kekinian”.
– Lepas dari fitrah: Manusia dicipta jadi khalifah, tapi dididik jadi konsumen. Fitrah produktif diganti fitrah konsumtif.

Semua terjadi pelan, dengan wajah “kemajuan” dan “modernisasi”. Tidak ada tentara, tapi nilai sudah berganti. Orang merasa merdeka, padahal nalarnya sudah disetel dari luar.

D. Lalu, Bagaimana Melawan?*l

Kalau perangnya di ranah pikiran, senjatanya juga harus pikiran. Ini 8 strategi praktis:

1. Kenali orientasi hidup sendiri. Tanpa ini, kita mudah terbawa arus.
2. Jalani tradisi secara substantif, bukan simbolik. Tanya: apa makna, nilai, dan tujuan di baliknya?
3. Perkuat literasi kritis. Belajar jeli membaca pesan di balik iklan, tren, dan narasi.
4. Lawan budaya instan. Latih diri untuk hal yang butuh proses: membaca buku, memasak, bertani.
5. Kelola perhatian. Perhatian adalah mata uang zaman ini. Jangan biarkan algoritma yang mengaturnya.
6. Jaga kehidupan batin. Isi dengan nilai dan makna. Batin yang kosong mudah diisi apa saja.
7. Belajar dengan kritis, terbuka, selektif, percaya diri, rendah hati. Jangan menolak semua, jangan telan mentah-mentah.
8. Gabung komunitas epistemik. Cari lingkaran orang yang sama-sama mencari kebenaran, bukan sekadar pembenaran.

E. Penutup: Pertanyaan untuk Diri Sendiri*

Mungkin sudah saatnya kita bertanya lembut pada diri sendiri:
“Apa aku sudah ikut bergeser?”
“Apa masyarakatku sudah ikut berubah?”
“Apa bangsaku sudah ikut tersandera?”

Karena hanya kita yang tahu persis posisi kita. Dan perubahan besar, selalu mulai dari satu orang yang sadar.

Pekanbaru, 23 Mei 2026

Tags: FOMOhedonisKonsumtifmaterialismepikiran
Share76Tweet48

Related Posts

pintu

Pintu Darurat yang Sering Menjadi Jerat

by Rokapress
Mei 16, 2026
0

Pintu Darurat yang Sering Menjadi Jerat Catatan untuk Kita yang Pernah Terdesak Sobat, Berhutang adalah pintu darurat untuk keluar dari...

Betapa Pentingnya Pendidikan Agama dan Pendidikan Umum Lainnya Sebagai Bekal untuk Anak di Masa Depan yang Akan Datang

Betapa Pentingnya Pendidikan Agama dan Pendidikan Umum Lainnya Sebagai Bekal untuk Anak di Masa Depan yang Akan Datang

by Rokapress
Mei 11, 2026
0

Betapa Pentingnya Pendidikan Agama dan Pendidikan Umum Lainnya Sebagai Bekal untuk Anak di Masa Depan yang Akan Datang Oleh: Meri...

Manfaat Mengkonsumsi Buah-buahan Bagi Kesehatan

Manfaat Mengkonsumsi Buah-buahan Bagi Kesehatan

by Rokapress
Mei 10, 2026
0

Manfaat Mengkonsumsi Buah-buahan Bagi Kesehatan Oleh: Rizky Maharani Putry Buah-buahan merupakan salah satu makanan sehat yang sangat penting untuk dikonsumsi...

Sumber : https://share.google/v9f0hAUuFEHOwNH4K

Pengaruh Program MBG Terhadap Pendapatan Pedagang Kaki lima di Kantin Sekolah

by Rokapress
Mei 10, 2026
0

Pengaruh Program MBG Terhadap Pendapatan Pedagang Kaki lima di Kantin Sekolah Oleh: Reta Wulan Dari  Dalam waktu-waktu terakhir, program Makan...

Isu Penghapusan Prodi Guru Viral: Apa Kata Pemerintah dan Akademisi?

Isu Penghapusan Prodi Guru Viral: Apa Kata Pemerintah dan Akademisi?

by Rokapress
Mei 9, 2026
0

Isu Penghapusan Prodi Guru Viral: Apa Kata Pemerintah dan Akademisi? Oleh : Salma Juniati  Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lingkungan sekolah yang bersih

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan di Lingkungan Sekolah

November 25, 2023
Rona Rizki Daulay

Teks Argumentasi tentang Pendidikan

November 25, 2023
Kedatangan Bangsa

Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat

November 26, 2023
Tumbuhan Kunyit

Khasiat Daun Kunyit Dapat Meredakan Kembung pada Bayi

Agustus 30, 2022
Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

3
Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

2
Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

2
HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

2
chaidir

Dari Merdeka ke Konsumtif: Ketika Penjajahan Pindah ke Pikiran

Mei 23, 2026
public speaking

Pelatihan Public Speaking Universitas Rokania Perkuat Kepercayaan Diri dan Kompetensi Mahasiswa

Mei 23, 2026
bazar

Pameran dan Bazar Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Rokania 2026 Sukses Dilaksanakan

Mei 17, 2026
para pemuncak

Wisuda III D3 Kebidanan Universitas Rokania Berlangsung Khidmat, LLDIKTI XVII Apresiasi Perkembangan Kampus

Mei 17, 2026

Rokapress

Situs berita kebanggaan anak bangsa

Categories tes

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Literasi
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • SainsTek
  • Uncategorized
  • Wisata

Tags

Abdul Putra Ginda Hasibuan Adyanata Lubis Alfa Syahputra ALK Asistensi Mengajar Aula PUTERA Buka Bersama Desmelati Dr. Desmelati M.Sc. Family Gathering Hasrijal Hasrijal SSi MM Hermawan Hima PGSD mancing asyik MOU Musikalisasi Puisi Nuratika Pariang Pariang Sonang Siregar PBSI Pencak Silat Pertukaran Mahasiswa Merdeka PGSD PJKR PLP-I PTI Qurban Rita Arianti Rokan Hulu rokania Rokania FC Selanca SKJ STKIP Rokania Suhermon Suparman Syahrizal Fadhli Tito Yudistiro Tofikin Ujungbatu UKMI Al-Madani Universitas Rokania Yayasan Rokan Riau Raya YR3

Newsletter

[mc4wp_form]

  • About
  • FAQ
  • Support Forum
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Contact Us

© 2017 JNews - Crafted with love by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Contact Us
  • Homepages

© 2018 Rokapress by Raja Coding.