• About
  • FAQ
  • Landing Page
  • Buy JNews
Newsletter
Rokapress
Advertisement
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
Rokapress
No Result
View All Result
Home Opini

Puasa Berulang, Makna Hilang

Catatan Kecil Menyambut Ramadhan

Rokapress by Rokapress
Februari 6, 2026
in Opini
0
Puasa berulang

ilustrasi

190
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Puasa Berulang, Makna Hilang
Catatan Kecil Menyambut Ramadhan

oleh: A. U. Chaidir

Related articles

kauniyah

Budaya Membaca Bermakna (Bag. Kedua)

Januari 27, 2026
ilustrasi

Budaya Membaca Bermakna (Bag. 1)

Januari 20, 2026

Sebentar lagi kita akan kembali memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang selalu datang dengan suasana religius: masjid lebih ramai, lantunan ayat terdengar di mana-mana, dan kata puasa kembali menjadi tema utama kehidupan umat Islam.
Namun, ada satu kegelisahan yang pelan-pelan tumbuh di dalam diri penulis—dan mungkin juga di dalam diri sebagian dari kita: mengapa puasa yang telah kita jalani bertahun-tahun sering kali tidak menghadirkan perubahan yang berarti dalam hidup dan masyarakat kita?
Penulis tidak sedang menuduh siapa pun. Termasuk diri penulis sendiri. Penulis pun sadar bahwa penulis masih dalam perjalanan dan masih mencari.

Puasa yang Dilakukan, Tapi Tidak Dihidupi
Tidak sedikit dari kita yang telah berpuasa puluhan kali Ramadhan. Secara lahiriah, puasa itu sah: menahan lapar, haus, dan hal-hal yang membatalkannya. Namun secara batin, kita jujur harus bertanya: apa yang sesungguhnya berubah dalam diri kita?
Al-Qur’an tidak menyebut tujuan puasa adalah pahala, meski pahala itu nyata. Yang disebut justru adalah taqwa—sebuah kesadaran batin, kewaspadaan moral, dan kejernihan hati dalam menjalani hidup.
Jika setelah bertahun-tahun berpuasa:
* amarah kita tetap liar,
* empati kita tetap tumpul,
* kejujuran kita tetap rapuh,
maka mungkin yang berulang hanyalah ritualnya, bukan transformasinya.

Puasa yang Direduksi Menjadi Kewajiban
Puasa sering dipahami sekadar sebagai:
* penggugur kewajiban tahunan,
* sarana mengumpulkan pahala,
* rutinitas religius yang “harus dijalani”.
Tanpa disadari, puasa kehilangan daya latihnya. Padahal puasa sejatinya adalah:
* latihan menundukkan ego,
* latihan kejujuran (karena hanya Allah yang tahu),
* latihan empati terhadap yang lapar dan lemah,
* latihan mengendalikan hasrat, bukan sekadar menahannya sementara.
Ketika dimensi ini tidak disadari, puasa menjadi kering—sah secara fiqh, tapi miskin makna.

Ceramah yang Menghibur, Tapi Tidak Mengubah
Kegelisahan ini ditambah oleh mimbar-mimbar Ramadhan yang hanya berkutat pada keutamaan dan pahala (tidak salah). Pahala memang penting, tapi puasa bukan sekadar soal “berapa yang kita dapat”, melainkan “siapa yang sedang kita bentuk”.
Ceramah yang terlalu aman sering kali:
* membuat kita merasa cukup,
* merasa sudah benar,
* merasa sudah saleh,
tanpa mengajak kita bertanya lebih dalam: apa yang sedang Allah latih dalam diriku melalui puasa ini?

Kerisauan Sebagai Tanda Kesadaran
Menariknya, kegelisahan ini justru bisa menjadi tanda bahwa puasa belum mati sepenuhnya dalam diri kita. Orang yang ibadahnya kosong biasanya tidak resah. Ia berjalan tanpa bertanya, tanpa gelisah, tanpa keinginan untuk berubah.
Maka kegelisahan—tentang diri sendiri dan masyarakat—bisa jadi adalah pintu awal kesadaran.

Menyambut Ramadhan dengan Kejujuran
Tulisan ini tidak menawarkan resep instan. Juga tidak mengklaim jalan paling benar. Ia hanya mengajak kita menyambut Ramadhan dengan satu sikap sederhana tapi mendasar: kejujuran batin.
Bahwa kita masih belajar.
Bahwa kita masih sering gagal.
Bahwa puasa bukan tujuan akhir, tapi sarana untuk menjadi manusia yang lebih sadar, lebih tenang, dan lebih bertanggung jawab dalam hidup.
Mungkin Ramadhan kali ini tidak harus dimulai dengan target besar. Cukup dengan satu niat kecil namun jujur:
“Ya Allah, jangan biarkan puasaku hanya menahan lapar,
tapi jadikan ia jalan untuk membentuk hatiku.”

Pekanbaru, 5 Februari 2026

Tags: makna hilangmenyambut RamadhanPuasa berulang
Share76Tweet48

Related Posts

kauniyah

Budaya Membaca Bermakna (Bag. Kedua)

by Rokapress
Januari 27, 2026
0

Budaya Membaca Bermakna (Bag. Kedua) Oleh: A. U. Chaidir Membaca Ayat-Ayat Kauniyah Budaya membaca tidak semata-mata bermula dari aktivitas membaca...

ilustrasi

Budaya Membaca Bermakna (Bag. 1)

by Rokapress
Januari 20, 2026
0

Budaya Membaca Bermakna (Bag. 1) Reading is a window to knowledge and wisdom  Oleh: H. A. U. Chaidir  A. Membaca...

Membaca tanpa makna.

Membaca Tanpa Makna: Membuka Pintu tapi Tak Masuk

by Rokapress
Januari 14, 2026
0

Membaca Tanpa Makna: Membuka Pintu tapi Tak Masuk Oleh: A. U. Chaidir Membaca adalah aktivitas yang tampak sederhana. Mata menelusuri...

ilustrasi menata ulang langkah (chatgpt).

Menata Ulang Langkah, untuk Menapaki Tahun 2026

by Rokapress
Januari 6, 2026
0

Reset Diri: Menata Ulang Langkah, untuk Menapaki Tahun 2026 oleh : A. U. Chaidir Pergantian tahun sering kita sambut dengan...

tahun menanam

Tahun Baru, Tahun Menanam

by Rokapress
Desember 31, 2025
0

Tahun Baru, Tahun Menanam Menumbuhkan Kebiasaan yang Mengubah Hidup Oleh: A. U. Chaidir Sobat Pembaca, Tahun baru bukan sekadar pergantian...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lingkungan sekolah yang bersih

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan di Lingkungan Sekolah

November 25, 2023
Rona Rizki Daulay

Teks Argumentasi tentang Pendidikan

November 25, 2023
Kedatangan Bangsa

Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat

November 26, 2023
Tumbuhan Kunyit

Khasiat Daun Kunyit Dapat Meredakan Kembung pada Bayi

Agustus 30, 2022
Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

3
Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

2
Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

2
HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

2
Puasa berulang

Puasa Berulang, Makna Hilang

Februari 6, 2026
kauniyah

Budaya Membaca Bermakna (Bag. Kedua)

Januari 27, 2026
Afiliasi

Sambut PMB Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Rokania Perkuat Sinergi dengan Kepala Sekolah SMA/MA/SMK se-Kabupaten Rokan Hulu

Januari 24, 2026
AR Fachruddin

Universitas Rokania dan Universitas Muhammadiyah A. R. Fachruddin Jalin Kerja Sama Strategis melalui Penandatanganan MoU, MoA, dan IA

Januari 21, 2026

Rokapress

Situs berita kebanggaan anak bangsa

Categories tes

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Literasi
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • SainsTek
  • Uncategorized
  • Wisata

Tags

Abdul Putra Ginda Hasibuan Adyanata Lubis Alfa Syahputra ALK Asistensi Mengajar Aula PUTERA Desmelati Dr. Desmelati M.Sc. Hasrijal Hasrijal Farmaduansa Hasrijal SSi MM Hermawan Hima PGSD Jufri mancing asyik MOU Musala Ar-Rahman Nuratika Pariang Pariang Sonang Siregar PBSI Pencak Silat Pertukaran Mahasiswa Merdeka PGSD PJKR PLP PLP-I PTI Qurban Rita Arianti Rokan Hulu rokania Rokania FC SKJ STKIP Rokania Suhermon Suparman Syahrizal Fadhli Tito Yudistiro Tofikin twibbon rokania UKMI Al-Madani Universitas Rokania Yayasan Rokan Riau Raya YR3

Newsletter

[mc4wp_form]

  • About
  • FAQ
  • Support Forum
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Contact Us

© 2017 JNews - Crafted with love by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Contact Us
  • Homepages

© 2018 Rokapress by Raja Coding.