• About
  • FAQ
  • Landing Page
  • Buy JNews
Newsletter
Rokapress
Advertisement
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
Rokapress
No Result
View All Result
Home Opini

Budaya Membaca Bermakna (Bag. Kedua)

Membaca Ayat-ayat Kauniyah

Rokapress by Rokapress
Januari 27, 2026
in Opini
0
kauniyah

ilustrasi (chatgpt)

193
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Budaya Membaca Bermakna (Bag. Kedua)

Oleh: A. U. Chaidir

Membaca Ayat-Ayat Kauniyah

Budaya membaca tidak semata-mata bermula dari aktivitas membaca teks tertulis. Jauh sebelum kata-kata ditorehkan di atas lembaran kertas, Allah ﷻ telah terlebih dahulu “menuliskan” tanda-tanda kebesaran-Nya pada hamparan langit dan bumi. Alam semesta, dengan segala keteraturan dan keindahannya, merupakan medium pembelajaran yang terbuka bagi manusia yang mau berpikir dan merenung.

Related articles

Muhammad Ilham

Muhammad Ilham Bantah Tuduhan Penolakan Program Pemerintah, Tegaskan Perlindungan Lahan Petani

April 27, 2026
Rasiti Harefa

Menjadi Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tetapi Menanam Harapan

April 27, 2026

Pada bagian pertama, budaya membaca dibangun melalui interaksi dengan ayat-ayat qauliyah, yakni membaca, menilawah, memahami makna, menafsirkan, hingga mentadabburinya. Pada bagian kedua ini, cakupan budaya membaca diperluas ke ranah yang lebih luas, yaitu membaca ayat-ayat kauniyah, yakni tanda-tanda kebesaran Allah yang terhampar di alam semesta.

Membaca ayat-ayat kauniyah berarti melatih kepekaan intelektual dan spiritual manusia. Aktivitas ini mencakup sikap ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta kesediaan untuk mengamati dan menganalisis fenomena kehidupan. Mengkaji keteraturan alam, meneliti hubungan sebab dan akibat, serta memahami hukum-hukum Allah (sunnatullah) yang bekerja di balik realitas empiris merupakan bagian dari proses membaca tersebut.

Langit yang bertabur bintang, bumi yang menopang kehidupan, air yang mengalir, tumbuhan yang tumbuh dan berkembang, hingga tubuh manusia yang tersusun dengan presisi yang menakjubkan, semuanya merupakan “teks” yang dapat dibaca oleh akal dan direnungi oleh hati. Al-Qur’an menegaskan hal ini melalui firman-Nya:

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”
(QS. Ali ‘Imran: 190)

Dengan demikian, budaya membaca yang bermakna tidak berhenti pada kemampuan mengeja huruf atau memahami teks, melainkan berkembang menjadi kemampuan membaca tanda. Proses ini bergerak dari penglihatan menuju pemahaman, dari pemahaman menuju kesadaran, dan dari kesadaran menuju kebijaksanaan.

Ilmu pengetahuan dan sains pada hakikatnya bertumbuh dari semangat membaca ayat-ayat kauniyah. Kajian terhadap materi, energi, ruang, dan waktu tidak dimaksudkan untuk menandingi Sang Pencipta, melainkan untuk mengenali keteraturan, keharmonisan, dan keindahan hukum-hukum-Nya. Semakin dalam pemahaman manusia terhadap alam, semestinya semakin tumbuh sikap tunduk dan rendah hati di hadapan Allah ﷻ. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:

“Dan Dia tidak menciptakan semua itu melainkan dengan tujuan yang benar.”
(QS. Ar-Rum: 8)

Lebih jauh, budaya membaca yang utuh juga melahirkan kesadaran etis dan tanggung jawab moral. Alam tidak hanya dibaca untuk dieksploitasi dan dimanfaatkan, tetapi juga untuk dijaga dan dilestarikan. Manusia diberi amanah sebagai khalifah di muka bumi, yakni mengelola, merawat, dan menjaga keseimbangan ciptaan Allah.

Berbagai persoalan seperti kerusakan lingkungan, ketimpangan ekologi, dan eksploitasi sumber daya secara berlebihan sering kali berakar pada budaya membaca yang tidak utuh—membaca manfaat tanpa membaca amanah. Padahal, setiap ayat kauniyah mengandung pesan ganda: nikmat sekaligus tanggung jawab.

Ketika budaya membaca ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniyah berjalan secara beriringan, iman tidak menjadi kering dan ilmu tidak menjelma menjadi kesombongan. Keduanya bertemu pada satu kesimpulan yang sama, bukan sekadar pengetahuan intelektual, melainkan pengakuan yang jujur dari kedalaman hati:

Subḥānallāh.

Mahasuci Allah,
yang firman-Nya terbaca dalam kitab,
dan tanda-tanda kebesaran-Nya terbentang di seluruh alam.

Pekanbaru, 27 Januari 2026

Tags: kauniyahMembaca Bermaknaqauliyah
Share77Tweet48

Related Posts

Muhammad Ilham

Muhammad Ilham Bantah Tuduhan Penolakan Program Pemerintah, Tegaskan Perlindungan Lahan Petani

by Rokapress
April 27, 2026
0

Kepenuhan, Rokan Hulu – Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu dari Fraksi Gerindra, Muhammad Ilham, S.P., M.M., membantah tuduhan yang menyebut...

Rasiti Harefa

Menjadi Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tetapi Menanam Harapan

by Rokapress
April 27, 2026
0

Menjadi Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tetapi Menanam Harapan (Keteladanan Guru Membentuk Generasi Cerdas dan Berkarakter) Oleh: Rasiti Harefa Menjadi seorang...

pentil ban

Pentil Ban yang Terlupakan

by Rokapress
April 25, 2026
0

Pentil Ban yang Terlupakan Menakar Nilai dari Fungsi, Bukan Posisi Sobat pembaca, 1. MOBIL Satu unit mobil yang diciptakan oleh...

Peersepsi

Dari Informasi ke Persepsi, hingga Opini: Sebuah Langkah Pencarian Kebenaran yang Tak Pernah Sampai

by Rokapress
April 18, 2026
0

Dari Informasi ke Persepsi, hingga Opini: Sebuah Langkah Pencarian Kebenaran yang Tak Pernah Sampai Oleh: A. U. Chaidir Bahan baku...

Mencari Tuhan

Gelombang Perjalanan Manusia

by Rokapress
April 11, 2026
0

Gelombang Perjalanan Manusia: Dari Tuhan ke Dunia, lalu Mencari Tuhan Kembali dengan Cara Baru Oleh: A. U. Chaidir Untuk memahami...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lingkungan sekolah yang bersih

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan di Lingkungan Sekolah

November 25, 2023
Rona Rizki Daulay

Teks Argumentasi tentang Pendidikan

November 25, 2023
Kedatangan Bangsa

Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat

November 26, 2023
Tumbuhan Kunyit

Khasiat Daun Kunyit Dapat Meredakan Kembung pada Bayi

Agustus 30, 2022
Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

3
Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

2
Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

2
HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

2
Family Gathering ke-8

Semangat Kebersamaan Menggema di Selanca: Family Gathering PGSD ke-8 Universitas Rokania Sukses Digelar

April 28, 2026
rimba baling

Presiden Mahasiswa Universitas Rokania Ikuti Kemah Kebangsaan di Rimbang Baling, Dorong Gerakan Green Policing dan Pencegahan Karhutla

April 28, 2026
Muhammad Ilham

Muhammad Ilham Bantah Tuduhan Penolakan Program Pemerintah, Tegaskan Perlindungan Lahan Petani

April 27, 2026
Rasiti Harefa

Menjadi Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tetapi Menanam Harapan

April 27, 2026

Rokapress

Situs berita kebanggaan anak bangsa

Categories tes

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Literasi
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • SainsTek
  • Uncategorized
  • Wisata

Tags

Abdul Putra Ginda Hasibuan Adyanata Lubis Alfa Syahputra ALK Asistensi Mengajar Aula PUTERA Desmelati Dr. Desmelati M.Sc. Family Gathering Hasrijal Hasrijal Farmaduansa Hasrijal SSi MM Hermawan Hima PGSD mancing asyik MOU Musala Ar-Rahman Musikalisasi Puisi Nuratika Pariang Pariang Sonang Siregar PBSI Pencak Silat Pertukaran Mahasiswa Merdeka PGSD PJKR PLP-I PTI Qurban Rita Arianti Rokan Hulu rokania Rokania FC SKJ STKIP Rokania Suhermon Suparman Syahrizal Fadhli Tito Yudistiro Tofikin twibbon rokania UKMI Al-Madani Universitas Rokania Yayasan Rokan Riau Raya YR3

Newsletter

[mc4wp_form]

  • About
  • FAQ
  • Support Forum
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Contact Us

© 2017 JNews - Crafted with love by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Contact Us
  • Homepages

© 2018 Rokapress by Raja Coding.