• About
  • FAQ
  • Landing Page
  • Buy JNews
Newsletter
Rokapress
Advertisement
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
Rokapress
No Result
View All Result
Home Opini

Keseimbangan Yang Timpang

Menyinkronkan Ibadah Mahdhah dengan Ghairu Mahdhah

Rokapress by Rokapress
Oktober 16, 2025
in Opini
0
Keseimbangan

Ilustrasi keseimbangan (openAI)

194
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Keseimbangan Yang Timpang

Menyinkronkan Ibadah Mahdhah dengan Ghairu Mahdhah

Related articles

Muhammad Ilham

Muhammad Ilham Bantah Tuduhan Penolakan Program Pemerintah, Tegaskan Perlindungan Lahan Petani

April 27, 2026
Rasiti Harefa

Menjadi Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tetapi Menanam Harapan

April 27, 2026

Oleh: A. U. Chaidir

Di tengah masyarakat yang semakin religius secara penampilan, kita sering menyaksikan pemandangan yang menggelitik: masjid ramai, sajadah terbentang, namun nilai-nilai kejujuran, empati dan tanggung jawab sosial semakin langka. Apakah ini buah dari ketimpangan dalam memaknai ibadah?

Mari kita coba lihat bersama, dengan hati yang jernih, dan pikiran terbuka.

A. PENDIDIKAN AGAMA USIA DINI

  1. Lebih Fokus Kepada Ibadah Mahdhah

Pengalaman di masa lalu. Masih ingat, ketika penulis kecil pertama kali belajar membaca kitab suci Al-Quran di sebuah surau tua, bersama teman-teman, kira-kira 60 tahun lalu. Kami diajarkan membaca Al-Quran, menghafal surat-surat pendek, do’a sehari-hari, serta tata cara wudhu’, shalat, dan puasa. Ustadz menjelaskan,  bahwa Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu dan puasa di bulan Ramadhan, serta menjanjikan pahala dan surga bagi yang taat – sebaliknya azab neraka bagi yang ingkar.

Namun, ajaran tentang akhlak, kejujuran, empati, atau tanggung jawab sosial hampir tak pernah disinggung. Tak ada pelajaran cara menyapa tetangga, menahan amarah atau menghargai orang lain.

  1. Abai Terhadap Amalan Ghairu Mahdhah

Pendidikan agama usia dini cenderung menanamkan bahwa, kalau sudah shalat, puasa, zakat, dan haji – itu sudah cukup.

Akibatnya.

– Anak-anak hafal surat-surat pendek, tapi gagap menyapa tetangga.

– Orang dewasa rajin ke masjid, tapi masih suka mencaci, mengkhianati, bahkan korupsi. Padahal, shalat seharusnya mencegah perbuatan keji dan munkar, begitu firman Tuhan.

B. Konsep Mahdhah dan Ghairu Mahdhah

Dalam Islam, ibadah dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yakni ibadah “Mahdhah” dan ibadah “Ghairu Mahdhah“.

– Ibadah Mahdhah

Ibadah Mahdhah ialah ibadah yang bersifat ritual, yang telah ditetapkan tata caranya oleh Allah SWT dan Rasul, seperti: Shalat, Puasa, Zakat, Haji. Ibadah Mahdhah memiliki aturan dan tata cara yang baku, tidak dapat diubah oleh manusia.

– Ibadah Ghairu mahdhah

Ibadah Ghairu Mahdhah adalah ibadah yang bersifat sosial atau akhlak, seperti: menolong orang lain,  berbuat baik kepada sesama, berinfak, bersedekah, menyantuni anak yatim. Fleksibel dalam bentuk, namun punya nilai ibadah, sepanjang diniatkan karena Allah dan sesuai syari’at.

Di dalam melaksanakan ibadah, penting untuk memahami perbedaan antara ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah, agar kita dapat menjalankan ibadah dengan benar, sesuai tuntutan.

C. Keseimbangan Keduanya

Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah adalah deperti dua sisi mata uang, berbeda tapi tak terpisahkan. Ibadah Mahdhah tanpa Ghairu Mahdhah terasa kering, bahkan hampa. Sebaliknya, amal sosial tanpa fondasi ibadah, bisa kehilangan arah dan ruh.

Keseimbangan akan melahirkan harmonisasi: hubungan baik dengan Allah (hablimminallah), hubungan baik dengan sesama manusia (hablimminannas) serta hubungan baik dengan semesta (hablumminal’alam).

Sejatinya, ibadah Mahdhah itu melahirkan amalan-amalan sosial (Ghairu Mahdhah) – ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah adalah satu paket, yang tidak boleh senjang dan timpang. Ketidak seimbangan inilah yang kita saksikan dimana-mana, bukan hanya di negeri kita saja.

D. Kondisi Kekinian

Sekarang, tren religisiusitas semakin marak: dakwah dimana-mana, umroh tiap tahun, sekolah Islam menjamur dan pakaian Islami menjadi gaya hidup. Tapi, yang menggelitik adalah materi dakwah masih cenderung ritualistik. Jarang membahas kejujuran, tanggung jawab sosial, dan etika bermasyarakat. Akibatnya, muncul kesalehan individual yang tinggi, tapi abai dalam kesalehan dan tanggung jawab sosial — timpang.

E. Apa solusinya?

  1. Mulai dari diri sendiri

Buya Hamka berpesan: Bila anda menjabat sebagai Bupati, isi diri anda sebagaimana seorang Bupati. Dan jika anda menjabat sebagai Gubernur, isi pula diri anda layaknya seorang Gubernur. Aneh rasanya, usia sudah tua, alumnus perguruan tinggi, profesi bergengsi, status dihormati, tapi pemahaman beragama masih setara TPA. Maka, isilah diri, belajarlah terus untuk memperkaya diri – bukan hanya dengan hafalan, tetapi pemahaman yang membumi.

  1. Reformasi Pendidikan Agama

Pendidikan agama usia dini perlu dirombak, agar seimbang. Ritual diajarkan, tapi akhlak harus pula ditanamkan. Hafalan penting, tapi perilaku hubungan sosial perlu dibina. Tentu, ini bukan tugas satu, dua orang. Tapi, kita mengusulkan, mengingatkan, dan menginisiasi perubahan.

Penutup

Ibadah sejati bukan hanya tentang rukuk dan sujud, tapi juga tentang bagaimana kita  berdiri tegak membela yang lemah, menunduk dalam empati terhadap sesama, dan berjalan lurus di tengah masyarakat. Saat keseimbangan ini lahir, baru kita bisa benar-benar menyebut diri, sebagai khalifah di muka bumi.

Pekanbaru, 17 Oktober 2025.

Tags: Ghairu MahdhahIbadah MahdhahKeseimbanganTimpang
Share78Tweet49

Related Posts

Muhammad Ilham

Muhammad Ilham Bantah Tuduhan Penolakan Program Pemerintah, Tegaskan Perlindungan Lahan Petani

by Rokapress
April 27, 2026
0

Kepenuhan, Rokan Hulu – Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu dari Fraksi Gerindra, Muhammad Ilham, S.P., M.M., membantah tuduhan yang menyebut...

Rasiti Harefa

Menjadi Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tetapi Menanam Harapan

by Rokapress
April 27, 2026
0

Menjadi Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tetapi Menanam Harapan (Keteladanan Guru Membentuk Generasi Cerdas dan Berkarakter) Oleh: Rasiti Harefa Menjadi seorang...

pentil ban

Pentil Ban yang Terlupakan

by Rokapress
April 25, 2026
0

Pentil Ban yang Terlupakan Menakar Nilai dari Fungsi, Bukan Posisi Sobat pembaca, 1. MOBIL Satu unit mobil yang diciptakan oleh...

Peersepsi

Dari Informasi ke Persepsi, hingga Opini: Sebuah Langkah Pencarian Kebenaran yang Tak Pernah Sampai

by Rokapress
April 18, 2026
0

Dari Informasi ke Persepsi, hingga Opini: Sebuah Langkah Pencarian Kebenaran yang Tak Pernah Sampai Oleh: A. U. Chaidir Bahan baku...

Mencari Tuhan

Gelombang Perjalanan Manusia

by Rokapress
April 11, 2026
0

Gelombang Perjalanan Manusia: Dari Tuhan ke Dunia, lalu Mencari Tuhan Kembali dengan Cara Baru Oleh: A. U. Chaidir Untuk memahami...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lingkungan sekolah yang bersih

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan di Lingkungan Sekolah

November 25, 2023
Rona Rizki Daulay

Teks Argumentasi tentang Pendidikan

November 25, 2023
Kedatangan Bangsa

Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat

November 26, 2023
Tumbuhan Kunyit

Khasiat Daun Kunyit Dapat Meredakan Kembung pada Bayi

Agustus 30, 2022
Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

3
Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

2
Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

2
HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

2
Milenial Alfa Syahputra, S.M., M.M dan Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau (FISIPOL UIR), Dr. Muhammad Arsy Ash Shiddiqy

KSO Penertiban Lahan: Ketika Kebijakan Negara Berpotensi Menjadi Sumber Konflik Baru

April 28, 2026
Family Gathering ke-8

Semangat Kebersamaan Menggema di Selanca: Family Gathering PGSD ke-8 Universitas Rokania Sukses Digelar

April 28, 2026
rimba baling

Presiden Mahasiswa Universitas Rokania Ikuti Kemah Kebangsaan di Rimbang Baling, Dorong Gerakan Green Policing dan Pencegahan Karhutla

April 28, 2026
Muhammad Ilham

Muhammad Ilham Bantah Tuduhan Penolakan Program Pemerintah, Tegaskan Perlindungan Lahan Petani

April 27, 2026

Rokapress

Situs berita kebanggaan anak bangsa

Categories tes

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Literasi
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • SainsTek
  • Uncategorized
  • Wisata

Tags

Abdul Putra Ginda Hasibuan Adyanata Lubis Alfa Syahputra ALK Asistensi Mengajar Aula PUTERA Desmelati Dr. Desmelati M.Sc. Family Gathering Hasrijal Hasrijal Farmaduansa Hasrijal SSi MM Hermawan Hima PGSD mancing asyik MOU Musala Ar-Rahman Musikalisasi Puisi Nuratika Pariang Pariang Sonang Siregar PBSI Pencak Silat Pertukaran Mahasiswa Merdeka PGSD PJKR PLP-I PTI Qurban Rita Arianti Rokan Hulu rokania Rokania FC SKJ STKIP Rokania Suhermon Suparman Syahrizal Fadhli Tito Yudistiro Tofikin twibbon rokania UKMI Al-Madani Universitas Rokania Yayasan Rokan Riau Raya YR3

Newsletter

[mc4wp_form]

  • About
  • FAQ
  • Support Forum
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Contact Us

© 2017 JNews - Crafted with love by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Contact Us
  • Homepages

© 2018 Rokapress by Raja Coding.