• About
  • FAQ
  • Landing Page
  • Buy JNews
Newsletter
Rokapress
Advertisement
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
Rokapress
No Result
View All Result
Home Opini

Budaya Membaca Bermakna (Bag. Kedua)

Membaca Ayat-ayat Kauniyah

Rokapress by Rokapress
Januari 27, 2026
in Opini
0
kauniyah

ilustrasi (chatgpt)

192
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Budaya Membaca Bermakna (Bag. Kedua)

Oleh: A. U. Chaidir

Membaca Ayat-Ayat Kauniyah

Budaya membaca tidak semata-mata bermula dari aktivitas membaca teks tertulis. Jauh sebelum kata-kata ditorehkan di atas lembaran kertas, Allah ﷻ telah terlebih dahulu “menuliskan” tanda-tanda kebesaran-Nya pada hamparan langit dan bumi. Alam semesta, dengan segala keteraturan dan keindahannya, merupakan medium pembelajaran yang terbuka bagi manusia yang mau berpikir dan merenung.

Related articles

manusia seutuhnya

Pendidikan dan Pembangunan Manusia Seutuhnya

Februari 19, 2026
Arah Pendidikan

Ketika Arah Pendidikan Terasa Bergeser

Februari 11, 2026

Pada bagian pertama, budaya membaca dibangun melalui interaksi dengan ayat-ayat qauliyah, yakni membaca, menilawah, memahami makna, menafsirkan, hingga mentadabburinya. Pada bagian kedua ini, cakupan budaya membaca diperluas ke ranah yang lebih luas, yaitu membaca ayat-ayat kauniyah, yakni tanda-tanda kebesaran Allah yang terhampar di alam semesta.

Membaca ayat-ayat kauniyah berarti melatih kepekaan intelektual dan spiritual manusia. Aktivitas ini mencakup sikap ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta kesediaan untuk mengamati dan menganalisis fenomena kehidupan. Mengkaji keteraturan alam, meneliti hubungan sebab dan akibat, serta memahami hukum-hukum Allah (sunnatullah) yang bekerja di balik realitas empiris merupakan bagian dari proses membaca tersebut.

Langit yang bertabur bintang, bumi yang menopang kehidupan, air yang mengalir, tumbuhan yang tumbuh dan berkembang, hingga tubuh manusia yang tersusun dengan presisi yang menakjubkan, semuanya merupakan “teks” yang dapat dibaca oleh akal dan direnungi oleh hati. Al-Qur’an menegaskan hal ini melalui firman-Nya:

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”
(QS. Ali ‘Imran: 190)

Dengan demikian, budaya membaca yang bermakna tidak berhenti pada kemampuan mengeja huruf atau memahami teks, melainkan berkembang menjadi kemampuan membaca tanda. Proses ini bergerak dari penglihatan menuju pemahaman, dari pemahaman menuju kesadaran, dan dari kesadaran menuju kebijaksanaan.

Ilmu pengetahuan dan sains pada hakikatnya bertumbuh dari semangat membaca ayat-ayat kauniyah. Kajian terhadap materi, energi, ruang, dan waktu tidak dimaksudkan untuk menandingi Sang Pencipta, melainkan untuk mengenali keteraturan, keharmonisan, dan keindahan hukum-hukum-Nya. Semakin dalam pemahaman manusia terhadap alam, semestinya semakin tumbuh sikap tunduk dan rendah hati di hadapan Allah ﷻ. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:

“Dan Dia tidak menciptakan semua itu melainkan dengan tujuan yang benar.”
(QS. Ar-Rum: 8)

Lebih jauh, budaya membaca yang utuh juga melahirkan kesadaran etis dan tanggung jawab moral. Alam tidak hanya dibaca untuk dieksploitasi dan dimanfaatkan, tetapi juga untuk dijaga dan dilestarikan. Manusia diberi amanah sebagai khalifah di muka bumi, yakni mengelola, merawat, dan menjaga keseimbangan ciptaan Allah.

Berbagai persoalan seperti kerusakan lingkungan, ketimpangan ekologi, dan eksploitasi sumber daya secara berlebihan sering kali berakar pada budaya membaca yang tidak utuh—membaca manfaat tanpa membaca amanah. Padahal, setiap ayat kauniyah mengandung pesan ganda: nikmat sekaligus tanggung jawab.

Ketika budaya membaca ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniyah berjalan secara beriringan, iman tidak menjadi kering dan ilmu tidak menjelma menjadi kesombongan. Keduanya bertemu pada satu kesimpulan yang sama, bukan sekadar pengetahuan intelektual, melainkan pengakuan yang jujur dari kedalaman hati:

Subḥānallāh.

Mahasuci Allah,
yang firman-Nya terbaca dalam kitab,
dan tanda-tanda kebesaran-Nya terbentang di seluruh alam.

Pekanbaru, 27 Januari 2026

Tags: kauniyahMembaca Bermaknaqauliyah
Share77Tweet48

Related Posts

manusia seutuhnya

Pendidikan dan Pembangunan Manusia Seutuhnya

by Rokapress
Februari 19, 2026
0

Pendidikan dan Pembangunan Manusia Seutuhnya Mengembalikan Arah dari Kepala, ke Dada, hingga Perut oleh : A. U. Chaidir Jika pada...

Arah Pendidikan

Ketika Arah Pendidikan Terasa Bergeser

by Rokapress
Februari 11, 2026
0

Ketika Arah Pendidikan Terasa Bergeser Kegelisahan atas Realitas Pendidikan vs Cita-cita Ki Hadjar Dewantara Oleh: A. U. Chaidir Ada kegelisahan...

Puasa berulang

Puasa Berulang, Makna Hilang

by Rokapress
Februari 6, 2026
0

Puasa Berulang, Makna Hilang Catatan Kecil Menyambut Ramadhan oleh: A. U. Chaidir Sebentar lagi kita akan kembali memasuki bulan Ramadhan....

ilustrasi

Budaya Membaca Bermakna (Bag. 1)

by Rokapress
Januari 20, 2026
0

Budaya Membaca Bermakna (Bag. 1) Reading is a window to knowledge and wisdom  Oleh: H. A. U. Chaidir  A. Membaca...

Membaca tanpa makna.

Membaca Tanpa Makna: Membuka Pintu tapi Tak Masuk

by Rokapress
Januari 14, 2026
0

Membaca Tanpa Makna: Membuka Pintu tapi Tak Masuk Oleh: A. U. Chaidir Membaca adalah aktivitas yang tampak sederhana. Mata menelusuri...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lingkungan sekolah yang bersih

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan di Lingkungan Sekolah

November 25, 2023
Rona Rizki Daulay

Teks Argumentasi tentang Pendidikan

November 25, 2023
Kedatangan Bangsa

Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat

November 26, 2023
Tumbuhan Kunyit

Khasiat Daun Kunyit Dapat Meredakan Kembung pada Bayi

Agustus 30, 2022
Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

3
Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

2
Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

2
HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

2
manajemen konstruksi

Perkuat SDM Konstruksi Profesional, Buku Manajemen Konstruksi Resmi Terbit Januari 2026

Februari 23, 2026
manusia seutuhnya

Pendidikan dan Pembangunan Manusia Seutuhnya

Februari 19, 2026
Semarak bermadah

Semarak Bermadah 2026: Ruang Ekspresi Sastra dan Seni bagi Pelajar Se-Provinsi Riau

Februari 14, 2026
panitia

MTQ Rokania 2026 Resmi Ditutup, Rektor Universitas Rokania Apresiasi Panitia dan Peserta

Februari 11, 2026

Rokapress

Situs berita kebanggaan anak bangsa

Categories tes

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Literasi
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • SainsTek
  • Uncategorized
  • Wisata

Tags

Abdul Putra Ginda Hasibuan Adyanata Lubis Alfa Syahputra ALK Asistensi Mengajar Aula PUTERA Desmelati Dr. Desmelati M.Sc. Hasrijal Hasrijal Farmaduansa Hasrijal SSi MM Hermawan Hima PGSD mancing asyik MOU Musala Ar-Rahman Musikalisasi Puisi Nuratika Pariang Pariang Sonang Siregar PBSI Pencak Silat Pertukaran Mahasiswa Merdeka PGSD PJKR PLP PLP-I PTI Qurban Rita Arianti Rokan Hulu rokania Rokania FC SKJ STKIP Rokania Suhermon Suparman Syahrizal Fadhli Tito Yudistiro Tofikin twibbon rokania UKMI Al-Madani Universitas Rokania Yayasan Rokan Riau Raya YR3

Newsletter

[mc4wp_form]

  • About
  • FAQ
  • Support Forum
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Contact Us

© 2017 JNews - Crafted with love by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Contact Us
  • Homepages

© 2018 Rokapress by Raja Coding.