Meneladani Semangat R.A. Kartini di Tengah Perubahan Zaman
Oleh: Sri Wahyuni
Tanggal 21 April kembali tiba, yang merupakan hari peringatan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Pada tahun 2026 ini , Hari Kartini tidak hanya tentang memakai kebaya atau lomba masak saja. Selain itu, semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” telah berubah menjadi pendekatan penelitian yang menjadi pelita emansipasi di era digital . Perempuan Indonesia sekarang lebih tangguh, mandiri, dan paham tentang teknologi.
Lebih dari sekedar pertunjukan , Hari Kartini 2026 menjadi ajang Kartini mengubah tantangan jadi peluang. Zaman terus berubah dan membawa tantangan baru, namun semangat Kartini tetap menginspirasi kita untuk tidak menyerah. Kartini masa kini adalah orang-orang yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Berani punya impian , sekolah setinggi mungkin, dan memperjuangkan kemandirian.
Pendekatan lama yang menganggap perempuan hanya berada di dapur adalah bentuk nyata meneladani beliau. Pendidikan dan kemandirian menjadi kunci perubahan. Kartini dulu menekankan bahwa pendidikan adalah dasar utama perubahan.
Pada tahun 2026, perjuangan ini berubah menjadi fokus pada literasi digital, keterampilan teknis, dan kemandirian secara finansial . Perempuan yang sudah berpendidikan dan mandiri pasti bisa memberikan dampak positif bagi keluarga dan ikut berkontribusi dalam kemajuan bangsa, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan untuk bersama-sama memutar dan membayangkan. Apakah kita sudah memberi ruang yang setara? Apakah kesempatan yang adil sudah diberikan? Semangat perjuangan Kartini tetap menyala terang sampai saat ini. Kita membutuhkan tindakan nyata untuk saling berbagi pengetahuan , membantu orang lain, dan terus berkarya dengan inovasi . Mari kita gunakan peringatan ini sebagai titik balik untuk terus maju, berani berbuat , dan menjadi terang bagi lingkungan sekitar . Habis gelap, terbitlah terang!



















