Gerakan Rohul Green & Care KOPRIMovement Sukses
Pukau Ponpes Sa‘ad bin Abi Waqqash
0leh: Ivio Herlina
- Pendahuluan
Krisis iklim global saat ini menuntut aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat, tidak terkecuali organisasi kemahasiswaan. Menjawab tantangan tersebut, Korps PMII Putri (KOPRI) Rokan Hulu menginisiasi gerakan “Green & Care Movement”.
Program ini dirancang sebagai model pemberdayaan lingkungan berbasis pesantren yang menyinergikan struktur organisasi dengan nilai-nilai spiritual. Keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari manajemen organisasi yang solid di bawah kepemimpinan Antika Susilawati (Ketua KOPRI), Latifah Lusiana (Sekretaris), dan Novia Pratiwi (Bendahara).
Keterlibatan perempuan dalam isu lingkungan membawa dimensi empati yang kuat dalam penyampaian pesan ekologis. Melalui pendekatan kualitatif pada kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Sa’ad bin Abi Waqqash pada April 2026 lalu, ditemukan bahwa integrasi nilai keagamaan dan peran aktif perempuan (ekofeminisme) mampu menciptakan kesadaran lingkungan yang signifikan di kalangan santri.
Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan kolektif. Dengan mengusung jargon “Jejak Hijau KOPRI Rohul: Menanam Harapan, Berbagi Kebahagiaan, Merajut Kebersamaan”, organisasi ini berhasil menunjukkan bahwa dakwah ekologi yang tepat sasaran dapat menjadikan generasi muda santri sebagai agen perubahan yang nyata bagi masa depan bumi.
- Pembahasan: Sinergi Spiritualitas dan Kelestarian Alam
Kegiatan penanaman pohon di Pondok Pesantren Modern Sa’ad bin Abi Waqqash ini menjadi cerminan nyata dari sinergi antara nilai spiritual dan tanggung jawab lingkungan. Acara dimulai dengan penuh khidmat melalui pembukaan basmalah dan lantunan sholawat, yang menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian integral dari ibadah. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti jajaran Kapolres Rokan Hulu, Kapolsek Rokan VI Koto, Kapolsek Ujung Batu, hingga kader PMII dan alumni, menunjukkan adanya dukungan lintas sektoral yang kuat terhadap isu lingkungan di tingkat lokal. Esensi dari kegiatan ini terpancar dari rangkaian sambutan yang disampaikan. Bukan sekadar formalitas, pesan-pesan yang muncul—mulai dari tokoh kepolisian hingga pimpinan pesantren menitikberatkan pada pentingnya memperbaiki kualitas udara dan mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. Suasana semakin inspiratif ketika seorang santriwati membacakan puisi yang menggambarkan tunas pohon sebagai simbol doa dan harapan. Bait-bait puisi tersebut seolah menjadi jembatan emosional yang mengingatkan audiens bahwa setiap pohon yang ditanam adalah investasi untuk masa depan yang lebih hijau dan gemilang.
Puncak pembahasan ini tertuju pada momen krusial, yakni prosesi penanaman pohon secara langsung. Di sinilah teori tentang pelestarian alam bertransformasi menjadi aksi nyata. Amanat dari Dr. (H.C.) Kyai Andi Sidomulyo selaku pimpinan pondok menjadi penggerak utama bagi para santri dan tamu undangan untuk turun langsung ke lokasi penanaman. Langkah kolektif ini bukan hanya sebuah seremoni, melainkan sebuah gerakan moral. Dengan menanam pohon bersama, seluruh elemen yang hadir telah meletakkan pondasi bagi perbaikan ekosistem sekaligus memberikan teladan bagi masyarakat luas bahwa pesantren bisa menjadi pelopor dalam gerakan hijau di Indonesia.
2.Metodologi Pergerakan : Konsep “Green & Care”
Gerakan ini memadukan dua pilar utama:
- Green Movement:
Fokus pada aksi fisik berupa penghijauan dan edukasi keberlanjutan lingkungan di area pesantren.
- Care Movement:
Pemberian bantuan dan interaksi sosial yang bertujuan menumbuhkan empati serta solidaritas antar sesama anggota organisasi dan civitas akademika pesantren.
Analisis Dampak dan Keberhasilan:
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 26 April 2026 ini mencatat beberapa capaian signifikan:
- Peningkatan Literasi Ekologi: Santri mendapatkan pemahaman langsung mengenai cara merawat lingkungan sebagai bagian dari iman.
- Simbolisme “Menanam Harapan”: Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol investasi masa depan bagi keberlangsungan hidup di wilayah Rokan Hulu.
- Kontribusi Terhadap Mitigasi Perubahan Iklim Lokal: Penanaman pohon secara simbolis merupakan langkah nyata dalam menjaga stabilitas ekosistem di Rokan Hulu.
- Penguatan Jejaring Sosial dan Komunitas: Kegiatan ini berhasil mempererat silaturahmi dan koordinasi antar pengurus (Ketua, Sekretaris, Bendahara) serta anggota, menciptakan sinergi yang lebih solid untuk program-program lingkungan di masa depan.
- Peningkatan Citra Positif Organisasi: Keberhasilan acara ini memposisikan santri dan KOPRI sebagai pelopor gerakan lingkungan yang modern dan relevan, membuktikan bahwa nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan dengan kepedulian ekologis.
Kesimpulan:
Menuju Keberlanjutan Green & Care Movement bukan sekadar seremoni satu hari. Keberhasilannya memukau pihak pesantren menjadi bukti bahwa organisasi kepemudaan seperti KOPRI memiliki peran vital dalam menyelaraskan intelektualitas, spiritualitas, dan kepedulian lingkungan. Diharapkan model gerakan ini dapat menjadi rujukan bagi organisasi lain dalam menginisiasi program kerja yang berbasis pada kelestarian alam dan kemaslahatan umat.

















