Diskusi Publik Kohati HMI Cabang Rokan Hulu dalam Meningkatan Produktivitas Perempuan
Tema: Peran Perempuan dalam Melindungi Diri di Era Digital
Oleh: Andhini Maharani
Korps HMI-Wati (KOHATI), yang merupakan bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), memiliki kewajiban untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan perempuan, khususnya di kalangan mahasiswa. Di zaman digital yang pesat ini, perempua mendapatkan banyak kesempatan sekaligus menghadapi beragam tantangan. Perkembangan teknologi mempermudah dalam mendapatkan informasi dan berkomunikasi, namun juga membawa efek negatif seperti penyebaran berita palsu, perundungan online, dan ancaman terhadap privasi. Maka dari itu, diperlukan pemahaman yang mendalam tentang cara perempuan bisa melindungi diri agar tetap aman dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Menyadari hal tersebut, KOHATI HMI Cabang Rokan Hulu mengadakan diskusi publik dengan tema “Peran Perempuan dalam Melindungi Diri di Era Digital”.
Tujuan dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang tantangan yang dihadapi perempua di era digital, membangun kesadaran akan pentingnya literasi digital, mendorong perempuan agar dapat melindungi diri dari efek negatif teknologi, dan membentuk karakter perempuan yang cerdas, kuat, dan bermoral dalam menggunakan media digital.
Diskusi ini di laksanakan pada hari selasa, 14 april 2026 jam 13.00-selesai di aula desa koto tinggi kec. Rambah. Peserta kegiatan ini di hadiri oleh kader KOHATI, serta mahasiswi dari berbagai universitas di Rokan Hulu.
Diskusi publik dilaksanakan dengan tertib dan parstisipatif. Kegiatan dibuka oleh panitia yaitu Zamroh Hasibuan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Alan Irawan, menyanyikan lagu Indonesia raya, mars HMI, dan mars KOHATI. Kemudian, sesi inti berlangsung dengan penyampaian materi oleh narasumber yang ahli dengan tema yang telah ditetapkan. Setelah presentasi materi, sesi diskusi dan tanya jawab dilakukan secara aktif. Para peserta menunjukkan minat yang tinggi dengan mengajukan banyak pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai penggunaan media digital. Acara diakhiri dengan penarikan kesimpulan, pengambilan dokumentasi, dan doa penutup.
Dalam diskusi publik ini, narasumber yaitu Yulia Desfita Sari, S.Psi menjelaskan bahwa era digital telah menyebabkan perubahan besar dalam kehidupan perempuan. Saat ini, perempuan memiliki akses yang luas terhadap informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi melalui platform digital. Namun, di balik kesempatan tersebut, terdapat tantangan serius seperti penyebaran informasi yang salah (hoaks), perundungan siber (cyberbullying), serta kekerasan berbasis gender dalam ruang digital. Perempuan yang merupakan pengguna aktif media digital perlu memiliki keterampilan untuk melindungi diri dari beragam ancaman tersebut. Salah satu langkah utama yang dibahas adalah peningkatan literasi digital. Literasi digital tidak hanya melibatkan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan menyaring informasi yang beredar di internet. Sebagai dasar utama, nilai-nilai religius dan moral berfungsi sebagai benteng penting untuk menghadapi era digital. Dengan memiliki nilai-nilai yang kuat, perempuan akan lebih mampu membedakan antara yang baik dan buruk serta lebih bijak dalam mengambil keputusan saat berinteraksi di dunia maya. Diskusi berlangsung dengan sangat aktif, di mana para peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berkontribusi dalam bertukar pendapat. Ini menunjukkan bahwa topik yang diangkat sangat relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Acara diskusi publik ini berjalan dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi semua peserta. Mereka mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya literasi digital, etika, dan perlindungan diri di era digital. Selain itu, acara ini juga meningkatkan kesadaran peserta untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan memperkuat posisi perempuan dalam menghadapi tantangan zaman.
Acara diskusi publik yang diadakan oleh KOHATI HMI Cabang Rokan Hulu ini adalah upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas perempuan di era digital. Diharapkan melalui acara ini, perempuan dapat menjadi individu yang cerdas, tangguh, dan aktif dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat dan positif.



















