Meneropong Mental Masyarakat Terhadap Hujan Deras Yang Mengakibatkan Banjir di Desa Pawan Hulu
Oleh: Khoirun Nisa
Hujan deras yang mengguyur daerah hulu sungai sering kali menjadi penyebab utama terjadinya banjir di Desa Pawan Hulu. Kejadian ini bukan sekedar fenomena alam semata , melainkan juga merupakan peristiwa sosial yang menunjukkan bagaimana karakter dan sikap masyarakat terbentuk saat menghadapi bencana.Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan udara dengan cepat merendam organisasi penduduk, bahkan menggenangi puluhan rumah serta mengganggu aktivitas sehari-hari.
Secara psikologis, masyarakat Desa Pawan Hulu menunjukkan ketahanan yang cukup luar biasa. Ketika banjir melanda,banyak warga yang memilih untuk tetap berada di rumah sambil menyelamatkan barang-barang yang berharga.Mereka telah terbiasa dengan siklus banjir yang terjadi secara berulang, sehingga dapat mengembangkan sikap adaptif terhadap situasi tersebut.
Dalam beberapa kesempatan,warga tidak serta merta mengungsi, namun lebih fokus pada keamanan rumah dan lingkungan sekitar sebagai bentuk tanggung jawab terhadap harta benda mereka.Namun,dibalik kekuatan tersebut, terdapat pula aspek kerentanan mental. Perasaan cemas dan cemas selalu menghantui, terutama saat hujan semakin deras dan tingkat udara semakin tinggi. Situasi bantuan ini semakin diperburuk oleh kurangnya akses pada awal terjadinya banjir, sehingga masyarakat harus bergantung pada kemampuan sendiri untuk bertahan. Dalam beberapa keadaan,warga hanya bisa memindahkan barang ke lokasi yang lebih tinggi sambil menunggu air surut.
Di sisi lain, banjir juga memicu terbentuknya pola pikir kolektif warga yang cenderung menerima kondisi alam apa adanya.Hujan deras dianggap sebagai faktor utama yang sulit dikendalikan,sehingga muncul sikap pasrah yang diterima sebagai bagian dari kehidupan. Meski begitu,sikap ini bisa menghambat usaha mitigasi jika tidak dilengkapi dengan kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan dan pengelolaan lingkungan.
Di sisi lain, ketika banjir melanda,solidaritas antaranggota masyarakat justru mengalami peningkatan. Penduduk saling membantu,baik dalam memberitahukan, menyediakan akomodasi sementara, maupun berbagi kebutuhan dasar.Hubungan sosial yang kuat ini menunjukkan bahwa situasi bencana mampu mempererat hubungan sosial dan rasa kebersamaan di tengah tantangan .
Oleh karena itu,mental warga Desa Pawan Hulu dalam menghadapi hujan lebat dan banjir dapat diinterpretasikan sebagai sebuah kombinasi antara daya tahan,kemampuan beradaptasi,rasa cemas,dan sikap tawakal.Di masa depan, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pendidikan terkait bencana agar masyarakat tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga lebih siap dalam melakukan tindakan pencegahan dan mengurangi risiko akibat banjir.


















