• About
  • FAQ
  • Landing Page
  • Buy JNews
Newsletter
Rokapress
Advertisement
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
Rokapress
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KSO Penertiban Lahan: Ketika Kebijakan Negara Berpotensi Menjadi Sumber Konflik Baru

Rokapress by Rokapress
April 28, 2026
in Ekonomi
0
Milenial Alfa Syahputra, S.M., M.M dan Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau (FISIPOL UIR), Dr. Muhammad Arsy Ash Shiddiqy

Milenial Alfa Syahputra, S.M., M.M dan Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau (FISIPOL UIR), Dr. Muhammad Arsy Ash Shiddiqy (foto: alfa)

202
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Rokan Hulu (28/04/2026) — Kebijakan penertiban kawasan hutan melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) di Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, menuai sorotan dari kalangan akademisi. Implementasi kebijakan tersebut dinilai berpotensi memicu konflik baru di tengah masyarakat jika tidak dilakukan secara cermat dan berbasis data valid.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau (FISIPOL UIR), Dr. Muhammad Arsy Ash Shiddiqy, menegaskan bahwa secara konsep kebijakan penertiban kawasan hutan merupakan langkah strategis negara dalam memperbaiki tata kelola sumber daya alam yang selama ini sarat ketimpangan.

Related articles

bazar

Pameran dan Bazar Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Rokania 2026 Sukses Dilaksanakan

Mei 17, 2026
Nurul Aisyah

Inflasi Harga Plastik 2026: Dampak Global Membuat UMKM Menjerit dan Harga Produk Ikut Naik

Mei 5, 2026

“Negara berupaya menertibkan penguasaan lahan ilegal, mengembalikan fungsi kawasan, serta menindak korporasi besar yang melanggar hukum. Namun persoalan klasik kembali berulang, kebijakan yang baik di atas kertas kerap mengalami distorsi dalam implementasi,” ujarnya.

Ia menilai skema KSO yang digunakan sebagai instrumen pelaksanaan justru memunculkan persoalan serius di lapangan.

“Alih-alih menyelesaikan masalah, pendekatan yang dilakukan berpotensi menciptakan konflik baru di tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arsy mengungkapkan bahwa akar persoalan terletak pada ketidaksesuaian antara klaim lahan PT Agro Mitra Rokan (PT AMR) dengan legalitas yang dimiliki.

“PT AMR sejak tahun 2007 menjalin kerja sama kemitraan dengan masyarakat dengan rencana luasan sekitar 4.250 hektare. Namun dalam realitasnya, perusahaan hanya memiliki izin sah sekitar ±300 hingga 380 hektare. Artinya terdapat selisih yang sangat signifikan,” jelasnya.

Menurutnya, kesenjangan tersebut bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menjadi sumber utama konflik, mengingat sebagian besar lahan tersebut telah lama dikelola masyarakat sebagai kebun produktif.

“Klaim yang tidak sepenuhnya memiliki dasar hukum yang kuat kemudian dijadikan rujukan dalam proses kebijakan tanpa verifikasi lapangan yang memadai,” tambahnya.

Arsy juga menyoroti kekeliruan dalam penetapan objek KSO. Ia menegaskan bahwa lahan yang hendak dieksekusi bukanlah lahan eks perusahaan.

“Perlu ditegaskan bahwa lahan yang hendak dieksekusi oleh KSO PT Kalingga 77 bukanlah lahan eks PT AMR, melainkan lahan masyarakat yang telah lama dikelola dan produktif,” katanya.

Ia menilai jika objek kebijakan sejak awal sudah keliru, maka seluruh tindakan lanjutan akan bermasalah secara administratif maupun substansi keadilan.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka KSO berpotensi berubah dari instrumen penertiban menjadi alat legitimasi pengambilalihan lahan masyarakat secara sistematis,” tegasnya.

Arsy juga mengingatkan bahwa indikasi rencana eksekusi paksa terhadap lahan masyarakat harus dilihat sebagai ancaman serius terhadap ketertiban sosial.

“Ketika masyarakat yang telah mengelola lahan selama bertahun-tahun dihadapkan pada penggusuran, maka yang dipertaruhkan bukan hanya ekonomi, tetapi juga stabilitas sosial,” ujarnya.

Ia menyebut konflik agraria umumnya dipicu oleh tiga faktor utama, yakni tumpang tindih klaim lahan, lemahnya verifikasi data, dan pendekatan kebijakan yang cenderung represif.

“Ketiga faktor ini kini terlihat secara nyata di Kepenuhan Timur. Jika tidak segera dikoreksi, konflik terbuka menjadi sulit dihindari,” katanya.

Dalam konteks penanganan di lapangan, Arsy menekankan pentingnya peran kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis.

“Kepolisian harus mengutamakan ketertiban masyarakat dan tidak boleh dibenturkan dengan rakyat dalam konflik yang akar persoalannya belum diselesaikan,” ujarnya.

“Pendekatan keamanan tanpa penyelesaian substansi hanya akan memperbesar eskalasi konflik,” sambungnya.

Sementara itu, Milenial Alfa Syahputra, S.M., M.M turut memberikan penekanan pada pentingnya pendekatan dialogis dalam menyelesaikan persoalan agraria.

“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan administratif atau kekuasaan. Harus ada dialog terbuka dan verifikasi yang objektif agar masyarakat tidak merasa dirugikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan negara.

“Kalau masyarakat yang telah lama mengelola lahan justru menjadi korban, maka kebijakan tersebut berpotensi kehilangan legitimasi moral di mata publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alfa menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah korektif untuk mencegah eskalasi konflik.

“Pemerintah pusat, Satgas PKH, dan pemerintah daerah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menghentikan sementara rencana eksekusi sampai ada kejelasan hukum yang benar-benar valid,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya audit data, verifikasi lapangan yang partisipatif, serta pemisahan tegas antara lahan bermasalah dan lahan masyarakat.

“Penertiban kawasan hutan tetap penting, tetapi implementasinya harus adil, cermat, dan berbasis data. Jangan sampai kebijakan yang baik justru menjadi sumber konflik baru,” tutupnya. (alfa)

Tags: KSOPT AMRSatgas PKH
Share81Tweet51

Related Posts

bazar

Pameran dan Bazar Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Rokania 2026 Sukses Dilaksanakan

by Rokapress
Mei 17, 2026
0

Rokan Hulu (17/05/2026) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Rokania sukses menggelar kegiatan Pameran dan Bazar Kewirausahaan Mahasiswa 2026 sebagai...

Nurul Aisyah

Inflasi Harga Plastik 2026: Dampak Global Membuat UMKM Menjerit dan Harga Produk Ikut Naik

by Rokapress
Mei 5, 2026
0

Inflasi Harga Plastik 2026: Dampak Global Membuat UMKM Menjerit dan Harga Produk Ikut Naik Oleh: Nurul Aisyah  Memasuki tahun 2026,...

melisa

Krisis BBM 2026: Lonjakan Harga, Kelangkaan, dan Dampaknya terhadap Ekonomi dan Kehidupan  Masyarakat

by Rokapress
Mei 5, 2026
0

Krisis BBM 2026: Lonjakan Harga, Kelangkaan, dan Dampaknya terhadap Ekonomi dan Kehidupan  Masyarakat Oleh: Melisa Astila Sari Krisis bahan bakar...

surveyor

Optimalisasi Infrastruktur Penerangan Jalan: Dishub Rokan Hulu Lakukan Survei Pemasangan Lampu High Mast di Kecamatan Kepenuhan

by Rokapress
April 17, 2026
0

Kepenuhan, 15 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melaksanakan survei teknis pemasangan lampu penerangan jalan...

Al Khoiriyah

Mahasiswa Universitas Rokania Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan Al Khoiriyah

by Rokapress
Maret 10, 2026
0

Rokan Hulu (10/03/2026) – Presiden Mahasiswa Universitas Rokania bersama sejumlah mahasiswa menggelar kegiatan silaturahmi dan berbagi dengan anak-anak di Panti...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lingkungan sekolah yang bersih

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan di Lingkungan Sekolah

November 25, 2023
Rona Rizki Daulay

Teks Argumentasi tentang Pendidikan

November 25, 2023
Kedatangan Bangsa

Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat

November 26, 2023
Tumbuhan Kunyit

Khasiat Daun Kunyit Dapat Meredakan Kembung pada Bayi

Agustus 30, 2022
Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

3
Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

2
Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

2
HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

2
ps

Pelatihan Public Speaking Universitas Rokania Perkuat Kepercayaan Diri dan Kompetensi Mahasiswa

Mei 17, 2026
bazar

Pameran dan Bazar Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Rokania 2026 Sukses Dilaksanakan

Mei 17, 2026
para pemuncak

Wisuda III D3 Kebidanan Universitas Rokania Berlangsung Khidmat, LLDIKTI XVII Apresiasi Perkembangan Kampus

Mei 17, 2026
pintu

Pintu Darurat yang Sering Menjadi Jerat

Mei 16, 2026

Rokapress

Situs berita kebanggaan anak bangsa

Categories tes

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Literasi
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • SainsTek
  • Uncategorized
  • Wisata

Tags

Abdul Putra Ginda Hasibuan Adyanata Lubis Alfa Syahputra ALK Asistensi Mengajar Aula PUTERA Buka Bersama Desmelati Dr. Desmelati M.Sc. Family Gathering Hasrijal Hasrijal SSi MM Hermawan Hima PGSD mancing asyik MOU Musikalisasi Puisi Nuratika Pariang Pariang Sonang Siregar PBSI Pencak Silat Pertukaran Mahasiswa Merdeka PGSD PJKR PLP-I PTI Qurban Rita Arianti Rokan Hulu rokania Rokania FC Selanca SKJ STKIP Rokania Suhermon Suparman Syahrizal Fadhli Tito Yudistiro Tofikin Ujungbatu UKMI Al-Madani Universitas Rokania Yayasan Rokan Riau Raya YR3

Newsletter

[mc4wp_form]

  • About
  • FAQ
  • Support Forum
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Contact Us

© 2017 JNews - Crafted with love by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Contact Us
  • Homepages

© 2018 Rokapress by Raja Coding.