• About
  • FAQ
  • Landing Page
  • Buy JNews
Newsletter
Rokapress
Advertisement
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
Rokapress
No Result
View All Result
Home

Pengaruh Game Online Terhadap Gaya Bahasa Anak

Sebuah Esai oleh Uzlah Ilmi Irwan, Mahasiswa PBSI Rokania

Rokapress by Rokapress
Desember 21, 2021
in Pendidikan
0
Pengaruh Game Online Terhadap Gaya Bahasa Anak
198
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengaruh Game Online Terhadap Gaya Bahasa Anak

Oleh: Uzlah Ilmi Irwan (Mahasiswa Prodi PBSI STKIP Rokania)

Related articles

Irwan Effendi

Universitas Rokania Perkuat Budaya Publikasi Ilmiah melalui Pelatihan Jurnal Internasional Bereputasi

Juni 9, 2026
public speaking

Pelatihan Public Speaking Universitas Rokania Perkuat Kepercayaan Diri dan Kompetensi Mahasiswa

Mei 23, 2026

 

Gawai atau ponsel pintar bukanlah barang asing untuk saat ini. Hampir setiap golongan masyarakat memiliki ponsel pintar. Pada awal penciptaannya, ponsel pintar digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Namun, tidak jarang penggunaan ponsel yang tidak dibatasi dan tidak bertanggung jawab memberikan pengaruh negatif.  Salah satu contohnya yaitu penggunaan ponsel pintar pada anak dibawah umur, biasanya digunakan untuk bermain game online. Menurut portal berita suara.com, sepuluh game yang  paling banyak dimainkan sebagian besar bertema pertempuran, namun user utamanya adalah anak-anak dibawah umur.

Fakta ini bisa dibilang sangat memprihatinkan, tanpa diajari anak-anak dapat dengan mudah menguasai permainan yang notabene ditujukan untuk kalangan dewasa.  Contohnya adalah game free fire, mobile legend dan PUbG. Game berbasis online ini memungkinkan anak-anak bermain dengan orang yang belum pernah ia kenal dan dari berbagai kalangan usia. Mereka akan membentuk suatu tim dan bertanding dengan tim lain. Terkadang, rekan sepermainan anak didalam game tersebut menggunakan kata-kata kasar saat timnya menerima kekalahan atau menggertak tim lawan, contohnya berkata anjrit, bangsat dan lain lain.  Tanpa disadari anak-anak akan merekam kata-kata tersebut dalam memorinya, bahkan ia akan menggunakan kata-kata yang sama bila sudah kecanduan bermain game.

Berdasarkan pengalaman penulis, anak-anak yang bermain game online memiliki emosi yang tidak terkontrol. Bila sesuatu yang ia inginkan tidak tercapai, maka ia akan berkata-kata kasar untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Mereka bahkan tidak mengenal tata krama dalam berbahasa karena selama ini selalu berkomunikasi dengan orang yang belum pernah mereka lihat didalam game online. Sehingga anak tidak bisa membedakan cara berbicara dengan orang tua, teman seusianya, dan anak yang lebih muda darinya. Bahkan dibeberapa kasus, anak-anak dari rentang usia 6-10 tahun telah meguasai kosakata yang seharusnya belum mereka ketahui, salah satu contohnya adalah jancok. Mereka juga sering membantah orang tua dengan kata yang tidak sepantasnya. Namun bila masuk ke lingkungan sosial yang sebenarnya, anak-anak akan sulit berkomunikasi dengan orang baru. Mereka lebih nyaman mengurung diri di rumah dan berkomunikasi dengan teman virtualnya didalam game online. Bila habbit buruk itu sudah terjadi, orang tua tidak bisa menyalahkan anak sepenuhnya sebab game online yang mereka mainkan adalah akibat pemberian ponsel pintar pada usia dini. Penyitaan ponsel secara langsung juga bukan pilihan yang tepat, sebab anak telah menjadikan ponsel tersebut sebagai kebutuhan sekundernya. Bila benda tersebut diambil, tantrum anak akan naik dan kata-kata kasar yang selama ini ia rekam akan ia lontarkan kepada siapapun. Tujuannya untuk menakut-nakuti lawan bicaranya.

Usia dini adalah masa dimana karakter anak mudah dibentuk. Bila anak sudah kecanduan bermain game online ada beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan untuk merubah tabiat buruk tersebut. Langkah pertama adalah tidak membelikan ponsel khusus untuk anak. Apabila sudah terlanjur, maka orang tua memberi batas waktu anak untuk bermain. contohnya 2 jam sehari setelah mengerjakan pekerjaan rumah. Langkah kedua ajari anak perihal hak dan kewajiban. Jika anak telah menjalankan kewajibannya, maka ia akan mendapatkan haknya seperti bermain ponsel. Ketiga, unduhlah program pintar pengawasan orang tua di ponsel anak. Bila waktu yang sudah ditentukan telah habis, maka ponsel anak akan terkunci dengan sendirinya. Keempat, awasilah anak setiap bermain game dan pilihlah game yang tepat untuk seusianya. Terakhir, langkah yang paling penting adalah komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.  Pada masa perkembangannya, ajarilah anak untuk bicara dengan kata-kata yang santun dan jadilah pendengar yang baik setiap anak ingin menceritakan atau mengungkapkan sesuatu. Bila ingin marah atau menegur anak, tetap gunakan kata-kata yang baik namun terkesan tegas, bukan kata-kata kasar yang justru akan direkam oleh memori anak dan membentuk karakter pembenci dalam diri anak.

Langkitin, 16 Desember 2021

 

Sumber Foto: Facebook dan Koleksi Sendiri.

Share79Tweet50

Related Posts

Irwan Effendi

Universitas Rokania Perkuat Budaya Publikasi Ilmiah melalui Pelatihan Jurnal Internasional Bereputasi

by Rokapress
Juni 9, 2026
0

PASIR PENGARAIAN (09/06/2026) – Dalam upaya meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)...

public speaking

Pelatihan Public Speaking Universitas Rokania Perkuat Kepercayaan Diri dan Kompetensi Mahasiswa

by Rokapress
Mei 23, 2026
0

Rokan Hulu – Universitas Rokania kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Public Speaking yang...

para pemuncak

Wisuda III D3 Kebidanan Universitas Rokania Berlangsung Khidmat, LLDIKTI XVII Apresiasi Perkembangan Kampus

by Rokapress
Mei 17, 2026
0

Pekanbaru – Program Studi D3 Kebidanan Universitas Rokania sukses menggelar Wisuda III di Hotel Ayola Pekanbaru pada Rabu, 13 Mei...

demo

Isu Penghapusan Jurusan Keguruan dan Dampaknya Terhadap Ketersediaan Tenaga Pendidik di Indonesia Tahun 2026

by Rokapress
Mei 8, 2026
0

Isu Penghapusan Jurusan Keguruan dan Dampaknya Terhadap Ketersediaan Tenaga Pendidik di Indonesia Tahun 2026 Oleh: Nuril Mufarikha  Tahun 2026 menjadi...

rohul green care

Gerakan  Rohul Green & Care KOPRI Movement Sukses Pukau Ponpes Sa’ad bin Abi Waqqash

by Rokapress
Mei 8, 2026
0

Gerakan  Rohul Green & Care KOPRI Movement Sukses  Pukau Ponpes Sa'ad bin Abi Waqqash 0leh: Ivio Herlina   Kegiatan: Penanaman pohon di...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lingkungan sekolah yang bersih

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan di Lingkungan Sekolah

November 25, 2023
Rona Rizki Daulay

Teks Argumentasi tentang Pendidikan

November 25, 2023
Kedatangan Bangsa

Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat

November 26, 2023
Tumbuhan Kunyit

Khasiat Daun Kunyit Dapat Meredakan Kembung pada Bayi

Agustus 30, 2022
Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

3
Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

2
Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

2
HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

2
Zero to Zero

THE PERIOD OF HUMAN LIFE FROM ZERO TO ZERO: Siapa Bilang Kita Sedang Melangkah Maju Kedepan?

Juli 11, 2026
literasi au chaidir

LITERASI: Senjata Penyelamat dari Banjir Informasi

Juli 6, 2026
Jebakan bernama sukses

Jebakan Bernama Sukses

Juni 18, 2026
Pegadaian

Perkuat Literasi Keuangan Digital, Pegadaian Sosialisasikan Aplikasi Tring kepada Civitas Akademika Universitas Rokania

Juni 17, 2026

Rokapress

Situs berita kebanggaan anak bangsa

Categories tes

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Literasi
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • SainsTek
  • Uncategorized
  • Wisata

Tags

Abdul Putra Ginda Hasibuan Adyanata Lubis Alfa Syahputra ALK Asistensi Mengajar Aula PUTERA Buka Bersama Desmelati Dr. Desmelati M.Sc. Family Gathering Hasrijal Hasrijal SSi MM Hermawan Hima PGSD mancing asyik MOU Musikalisasi Puisi Nuratika Pariang Pariang Sonang Siregar PBSI Pencak Silat Pertukaran Mahasiswa Merdeka PGSD PJKR PLP-I PTI Qurban Rita Arianti Rokan Hulu rokania Rokania FC Selanca SKJ STKIP Rokania Suhermon Suparman Syahrizal Fadhli Tito Yudistiro Tofikin Ujungbatu UKMI Al-Madani Universitas Rokania Yayasan Rokan Riau Raya YR3

Newsletter

[mc4wp_form]

  • About
  • FAQ
  • Support Forum
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Contact Us

© 2017 JNews - Crafted with love by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Contact Us
  • Homepages

© 2018 Rokapress by Raja Coding.