THE PERIOD OF HUMAN LIFE FROM ZERO TO ZERO:
Siapa Bilang Kita Sedang Melangkah Maju Kedepan?
Sobat,
Hidup ini sejatinya bukan perjalanan maju. Tapi perjalanan pulang.
Apa iya?
Mari kita coba telusuri langkah demi langkah:
I. PERIODE PERJALANAN KITA
1. Alam Azali
Periode sebelum kita jadi manusia. Alam penuh misteri. Kita cuma dapat “bocoran” dari wahyu.
Di sinilah kita pernah bersaksi: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”
Benar, kami bersaksi Engkau Tuhan kami.
2. Alam Dunia
Periode yang sedang kita jalani sekarang. Ini stasiun transit.
Kita sedang menyetir “kendaraan umur” untuk pulang ke kampung halaman sejati.
3. Alam Akhirat
Kampung halaman sejati. Tujuan akhir.
Di sini perjalanan terbagi 2 jalur: ahli surga bagi yang taat, dan ahli neraka bagi yang durhaka.
II. DARI MANA KITA DAPAT PETA JALANNYA?
Di sinilah peran agama.
Sains bisa jelasin “bagaimana” dunia bekerja. Tapi hanya agamalah yang bisa jelasin “dari mana” kita datang dan “mau kemana” kita pulang.
Dalam Islam, peta lengkapnya ada di Al-Qur’an dan Hadits Shahih.
III. SKEMA MENYETIR DI DUNIA
Hidup = Perjalanan pulang menuju Ridha Allah dan Surga-Nya.
Bayangkan kita ini seorang pengemudi. Kendaraannya bernama “Umur”.
Tugas kita cuma satu: sampai tujuan dengan selamat.
Supaya nggak nyasar, Allah kasih kita:
– Peta/GPS : _Al-Qur’an & Sunnah_. Nggak pernah error, nggak pernah lemot.
– Rambu Lalu Lintas : _Ilmu Fikih_. Ada “Stop”, “Dilarang Masuk”, “Belok Kanan”. Taat rambu = selamat dunia akhirat.
Supaya tertib bareng pengguna jalan lain, Allah bekali kita 3 hal:
1. Akhlak = Kompas Utama. Penunjuk arah hubungan kita ke Allah, ke manusia, dan ke alam.
2. Moral = Tata Tertib Umum. Aturan main agar bisa hidup baik bareng orang lain.
3. Etika = Adab Detail. Cara paling indah saat bicara, makan, ketemu orang.
Ingat, Sobat...
Bukan cuma tujuan yang penting. Tapi cara kita nyetir.
Pengemudi hebat bukan yang paling ngebut. Tapi yang sampai tujuan: selamat, nggak nyenggol orang, zero accident, dan taat rambu dari awal sampai akhir.
Karena yang Allah nilai bukan kecepatan di speedometer.
Tapi Allah lihat akhlak yang pegang setirnya.
Di sinilah literasi agama jadi SIM-nya pengemudi.
Nggak punya SIM = nggak paham rambu = bahaya buat diri sendiri dan orang lain.
IV. FLOW CHART PERJALANAN
– Sopir : Manusia
– Kendaraan : Umur/Waktu
– Tujuan : Ridha Allah & Surga
– SIM : Agama
– Peta/GPS : Al-Qur’an & Sunnah
– Rambu : Ilmu Fikih
– CCTV : Malaikat Rakib & ‘Atid
– Kompas : Akhlak, Moral, dan Etika
V. QUOTE PENUTUP
*”Kita bukan sedang mengejar dunia.
Kita sedang menyetir pulang.
Dan Allah sedang melihat cara kita memegang setir.”*
Pekanbaru, 10 Juli 2026
A. U. Chaidir.

















