Rokan Hulu (08/05/2026) – Dusun Sempurna Alam kembali dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Payang meluap hingga menutupi akses jalan utama desa.
Akibat banjir tersebut, aktivitas masyarakat sempat terganggu. Sejumlah pekerja tidak dapat berangkat ke tempat kerja, sementara para pelajar terpaksa tidak masuk sekolah karena jalan utama yang biasa dilalui tertutup genangan air. Kondisi ini menjadi kendala besar bagi warga, mengingat akses transportasi di desa tersebut masih terbatas.
Banjir terjadi akibat hujan deras yang turun secara terus-menerus sehingga debit air Sungai Payang meningkat drastis. Luapan air kemudian menggenangi badan jalan dan beberapa area permukiman warga.
Meski banjir menyebabkan terhambatnya aktivitas sehari-hari, suasana di Dusun Sempurna Alam justru terlihat berbeda. Banyak warga, terutama anak-anak dan remaja, menyambut banjir ini dengan antusias. Mereka memanfaatkan genangan air layaknya tempat wisata dadakan dengan bermain dan mandi bersama di tengah banjir.
“Kalau banjir seperti ini, anak-anak malah senang. Mereka ramai-ramai mandi dan bermain air,” ujar salah seorang warga setempat yang berada disekitar area banjir
Kondisi infrastruktur di Dusun Sempurna Alam sendiri masih tergolong minim. Hingga saat ini, jalan di desa tersebut belum diaspal, sehingga ketika banjir datang kondisi jalan menjadi semakin sulit dilalui. Selain itu, desa ini juga belum memiliki tower jaringan listrik dan telekomunikasi yang memadai, sehingga sebagian besar warga mengandalkan jaringan WiFi sebagai sarana komunikasi dan akses internet.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di Dusun Sempurna Alam, terutama perbaikan akses jalan dan penanganan luapan Sungai Payang. Dengan adanya pembenahan tersebut, diharapkan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu setiap kali musim hujan tiba.
Banjir yang melanda Dusun Sempurna Alam ini menjadi gambaran nyata bagaimana keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan bagi masyarakat desa. Namun di balik keterbatasan tersebut, semangat kebersamaan dan antusiasme warga tetap terlihat dalam menghadapi situasi yang ada.
Penulis: Nova Elisa (Mahasiswa PBSI Universitas Rokania)



















