• About
  • FAQ
  • Landing Page
  • Buy JNews
Newsletter
Rokapress
Advertisement
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Opini
  • Wisata
No Result
View All Result
Rokapress
No Result
View All Result
Home Opini

Budaya Copy-Paste Dikalangan Pelajar dan Mahasiswa Dapat Mempengaruhi Kualitas Pendidikan

Rokapress by Rokapress
Mei 6, 2026
in Opini
0
Nadiah Nur Zaky

Ilustrasi

194
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Budaya Copy-Paste Dikalangan Pelajar dan Mahasiswa Dapat Mempengaruhi Kualitas Pendidikan

Oleh : Nadiah Nur Zaky 

Related articles

Mendobrak 6 Tembok

Mendobrak 6 Tembok yang Kita Bangun Sendiri

Juli 25, 2026
progresif

HIDUP PROGRESIF: Naik Tangga Mencari Makna, Bukan Muter-Muter di Stadion

Juli 18, 2026

Di zaman modern yang semakin canggih ini, segala sesuatu dapat dilakukan dan diakses dengan mudah atau serba instan. Dari informasi, hiburan, berita, tugas sampai dengan jawabannya. Kita cukup membuka Google, lalu mengetik kata kunci, dan muncul berbagai informasi yang kita cari.

Dengan kemudahan ini kita dapat memiliki peluang besar untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas belajar, baik pelajar maupun mahasiswa. Namun dibalik kemudahan ini, justru membuat penggunanya terlalu berlebihan memanfaatkan teknologi tersebut sebagai jalan pintas, akibatnya pengguna sering menggunakan itu dibanding dengan belajar, membaca, dan berpikir kritis.

Sebagian besar dari penggunanya hanya meng-copy paste atau menyalin informasi serta jawaban saja tanpa harus belajar dan berpikir dengan sendiri. Copy paste membuat proses belajar tidak berjalan sehingga mutu Pendidikan menurun. Fenomena ini semakin sering terjadi dikalangan pelajar maupun mahasiswa dan menjadi kebiasaan yang dianggap wajar.

Mengapa Copy-Paste Bisa Menjadi Budaya ?

Berikut beberapa alasan seorang pelajar ataupun mahasiswa melakukan kebiasaan  copy paste itu.

  1. Terlalu banyak tuntutan tugas.

Pelajar atau mahasiswa sering merasa tidak sanggup mengerjakan tugas yang banyak sehingga memilih jalan pintas atau cara cepat agar tugas selesai.

  1. Kurangnya motivasi belajar.

Seperti perilaku malas mengerjakan tugas, mudah menyerah, dan sering menunda-nunda. Dari itu banyak pelajar yang mengerjakan tugas karena takut dengan nilai rendah.

  1. Sistem penilaian yang terlalu fokus pada hasil akhir.

Selama tugas terlihat rapi dan panjang, nilai tetap bagus meskipun isinya hasil salinan. Hal ini membuat pelajar semakin merasa bahwa copy-paste tidak masalah. Penilaian seharusnya bukan hanya memberi nilai, tetapi memastikan peserta didik benar-benar memahami materi dan siap menerapkan apa yang dipelajari.

Solusi Untuk Mengatasi Budaya Copy Paste  

  1. Pihak guru atau dosen harus memberikan tugas yang menekankan proses. Seperti tugas proyek nyata berdasarkan kehidupan sehari-hari, observasi, dan presentasi. Guru atau dosen menilai secara berkelanjutan selama proses belajar berlangsung.
  2. Pelajar dan mahasiswa juga harus membiasakan diri dengan memperbanyak membaca dari berbagai referensi (buku, majalah, artikel, jurnal, dll) karena dengan banyak membaca seseorang dapat membuka dan menambah wawasan ilmu pengetahuan, membangun kepercayaan diri, meningkatkan pemahaman materi, dan dapat merangsang otak untuk berpikir kritis. Sehingga kita tidak lagi ketergantungan pada informasi ataupun jawaban instan untuk dicopy paste.

 Kesimpulan

Copy paste merupakan fitur yang digunakan untuk menduplikasi atau menyalin berupa teks, gambar, informasi, jawaban, dan lain-lain. Bertujuan mempercepat pekerjaan dan menghindari pengetikan ulang. Kebiasaan ini bisa menjadi penyakit akademik karena dapat merusak pola pikir, merusak kemampuan membaca dan menulis, menurunkan daya pikir kritis, membuat seseorang kurang percaya diri dengan hasil pemikirannya sendiri dan melemahkan kejujuran dalam pendidikan.

Jika budaya malas berpikir ini terus dibiarkan, maka kualitas pendidikan akan menurun, dan generasi yang akan datang hanya akan menjadi generasi yang pandai menyalin, bukan generasi yang pandai menciptakan berinovatif dan kreatif. Karena itu, copy-paste harus segera dihentikan dan diganti dengan budaya literasi yang lebih sehat dengan melatih kemampuan membaca, memahami, lalu menulis dengan pemikiran sendiri.

Tags: copy pastekualitas pendidikansolusi membatasi copy paste
Share78Tweet49

Related Posts

Mendobrak 6 Tembok

Mendobrak 6 Tembok yang Kita Bangun Sendiri

by Rokapress
Juli 25, 2026
0

Mendobrak 6 Tembok yang Kita Bangun Sendiri Kisah Curhat 6 Sahabat yang Ternyata Adalah Kita Pembuka Malam itu saya diajak...

progresif

HIDUP PROGRESIF: Naik Tangga Mencari Makna, Bukan Muter-Muter di Stadion

by Rokapress
Juli 18, 2026
0

HIDUP PROGRESIF: Naik Tangga Mencari Makna, Bukan Muter-Muter di Stadion Sobat...  Artikel lalu kita kenalan sama 6 sahabat: Jasad, Nafs, Akal, Qalb,...

Zero to Zero

THE PERIOD OF HUMAN LIFE FROM ZERO TO ZERO: Siapa Bilang Kita Sedang Melangkah Maju Kedepan?

by Rokapress
Juli 11, 2026
0

THE PERIOD OF HUMAN LIFE FROM ZERO TO ZERO: Siapa Bilang Kita Sedang Melangkah Maju Kedepan? Sobat, Hidup ini sejatinya...

literasi au chaidir

LITERASI: Senjata Penyelamat dari Banjir Informasi

by Rokapress
Juli 6, 2026
0

LITERASI: Senjata Penyelamat dari Banjir Informasi Sobat, Kini kita di era Kautsar informasi. Dulu kita yang cari informasi. Sekarang informasi...

Jebakan bernama sukses

Jebakan Bernama Sukses

by Rokapress
Juni 18, 2026
0

Jebakan Bernama Sukses Bagian 3: Sukses Versi Langit Sobat, Bagian pertama, kita sudah menyasar 8 pendekatan untuk membongkar makna sukses...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lingkungan sekolah yang bersih

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan di Lingkungan Sekolah

November 25, 2023
Rona Rizki Daulay

Teks Argumentasi tentang Pendidikan

November 25, 2023
Kedatangan Bangsa

Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat

November 26, 2023
Tumbuhan Kunyit

Khasiat Daun Kunyit Dapat Meredakan Kembung pada Bayi

Agustus 30, 2022
Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

Pinang Merah, Tanaman Hias Indah di Kampus Rokania

3
Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

Pola Hidup Sehat, dengan Olahraga SKJ dan Bola Voli.

2
Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

Riau Open Championship 2021 Sukses Dilaksanakan

2
HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

HIMA PTI Akan Adakan Kompetisi Sains Informatika (KSI) dan Olimpiade Informatika

2
Mendobrak 6 Tembok

Mendobrak 6 Tembok yang Kita Bangun Sendiri

Juli 25, 2026
progresif

HIDUP PROGRESIF: Naik Tangga Mencari Makna, Bukan Muter-Muter di Stadion

Juli 18, 2026
banner

Universitas Rokania Raih Bantuan Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual dari Kemendiktisaintek

Juli 14, 2026
langkitang

Menyusuri Sungai, Menjaga Tradisi: Dosen dan Mahasiswa Universitas Rokania Bersama Masyarakat Hidupkan Kembali Warisan Langkitang di Desa Langkitin

Juli 13, 2026

Rokapress

Situs berita kebanggaan anak bangsa

Categories tes

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Literasi
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • SainsTek
  • Uncategorized
  • Wisata

Tags

Abdul Putra Ginda Hasibuan Adyanata Lubis Alfa Syahputra ALK Asistensi Mengajar Aula PUTERA Buka Bersama Desmelati Dr. Desmelati M.Sc. Family Gathering Hasrijal Hasrijal SSi MM Hermawan Hima PGSD mancing asyik MOU Musikalisasi Puisi Nuratika Pariang Pariang Sonang Siregar PBSI Pencak Silat Pertukaran Mahasiswa Merdeka PGSD PJKR PLP-I PTI Qurban Rita Arianti Rokan Hulu rokania Rokania FC Selanca SKJ STKIP Rokania Suhermon Suparman Syahrizal Fadhli Tito Yudistiro Tofikin Ujungbatu UKMI Al-Madani Universitas Rokania Yayasan Rokan Riau Raya YR3

Newsletter

[mc4wp_form]

  • About
  • FAQ
  • Support Forum
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Contact Us

© 2017 JNews - Crafted with love by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Contact Us
  • Homepages

© 2018 Rokapress by Raja Coding.